Kamis, 06 Agustus 2020

Makalah Lari lengkap tinggal print

 

BAB I

 PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Sejarah lari memang tidak tertulis secara otentik sejak kapan manusia berlari sebagai prestasi atau untuk kebugaran. Sejak manusia ada, sebenarnya telah dapat berjalan dan berlari, namun tidak tercatat sebagai olah raga prestasi untuk mengetahui tercepat dan terkuat. Ada versi yang mengatakan bermula dari bangsa Yunani yang sedang dilanda peperangan antara kaum Yunani dan Persia di kota Marathonas Pulau Egina Yunani. Pasukan Persia mengalami kekalahan dan pasukan Yunani yang memenangkan perang, memerintahkan salah seorang pasukannya untuk membawa pesan. Si pembawa pesan berlari ke Athena sepanjang 40.8 km (25.4 miles) dalam sehari untuk mengabarkan kemenangannya sesampainya di kota sambil berteriak yang akhirnya pingsan dan meninggal dunia.

Untuk mengenang kemenangan perang tersebut dan menghormati si pembawa pesan maka beberapa periode diadakan lomba lari dan semakin berkembang menjadi olah raga prestasi modern dan terpecah menjadi berbagai cabang lari.

Konon kabarnya cabang olah raga lari marathon pertama kali dilombakan dalam olimpiade yang diadakan di kota Athena dimenangkan oleh Eucles dan pada lomba berikutnya dimenangkan oleh Philippides. Setelah mengalami berbagai event dan waktu, lomba ini berubah menjadi Olimpiade dan pada periode selanjutnya mendapat julukan olimpiade modern.

Olah raga ini pun berkembang menjadi beberapa cabang yang dibagi dalam jarak tempuh tertentu. Dalam perkembangnya cabang olah raga lari terbagi menjadi lari cepat jarak pendek (sprint), lari jarak sedang (middle distance), lari jarak jauh (long distance). Lari jarak pendekpun terbagi lagi menjadi lari jarak 50m, 55m, 60m, 100m, 150m, 200m, 300m, 400m, 500m. Pada jarak menengah terbagi 800m, 1500m, 3000m. Untuk lari jarak jauh dibagi menjadi 500m, 10.000m, half marathon, dan marathon. Saat ini perkembangan lebih pesat lagi dan cenderung digabungkan dengan cabang olah raga lain seperti lari halang rintang, triathlon, pentathlon, heptathlon, decathlon. Sedangkan aktifitas lari sebagai kebugaran/pemeliharaan fisik badan tidak tercatat, apakah sejak manusia muncul di bumi sudah memiliki kegiatan berlari dalam hidupnya atau setelah beberapa keturunan baru ada kegiatan lari. Namun secara logis dapat dikatakan bahwa manusia memiliki kaki untuk beraktifitas tentunya dari kecil sudah dapat berlari-lari untuk bergembira atau mengejar sesuatu. Dari hasil berlari yang kemudian dia merasakan manfaat yang dirasakan setelah beraktifitas maka selanjutnya manusia memelihara aktifitas lari dalam hidupnya.

 

B.     Rumusan Masalah

1. Apa itu Lari Cepat ?

2. Apa itu Lari Estafet ?

 

C.     Tujuan Penulisan

1.      Untuk memenuhi Tugas Mata Pelajaran Olahraga Pada SMK Negeri 02 Bengkulu Utara Tahun 2019

2.      Untuk mengetahui Pengertian Lari Cepat

3.      Untuk mengetahui Pengertian Lari Estafet

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

A.    Lari Cepat

Lari cepat atau sprint adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari
dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh, sampai dengan jarak 400 meter masih dapat digolongkan dalam lari cepat. Menurut Muhajir (2004) sprint atau lari cepat yaitu, perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh yang menempuh jarak 100 m, 200 m, dan 400 m.

Lari cepat sering disebut juga dengan lari sprint, karena jarak lari yang di tempuh adalah pendek. Untuk itu waktu tempuhnyapun dibilang sangat singkat.Lari jarak 50 meter merupakan langkah awal sebagai latihan untuk menempuh lari jarak pendek lainnya yang harus ditempuh dengan kecepatan yang maksimal dan kemampuan yang optimal pula. Pelari cepat disebut juga dengan sprinter . Dalam setiap kejuaran-kejuaran atletik seperti pada pesta olahraga : PON, Sea Games, Asian Games dan olympiade, lari cepat ini selalu diperlombakan.

Lomba lari cepat dilaksanakan di stadion yaitu pada lintasannya yang disebut dengan track. Nomor lari jarak pendek lainnya adalah 100 m, 200 m dan 400m, merupakan nomor lari yang sangat bergengsi didunia. Jika mereka dapat memenangkan nomor ini pada tingkat dunia maka akan disebut sebagai pelari tercepat di dunia.

B.     Lari Estafet

Lari Estafet atau dengan kata lain disebut “Lari sambung menyambung sambil membawa tongkat” adalah salah satu jenis olahraga yang berinduk pada bidang atletik. Pelarinya berjumlah lebih dari 1 orang & kurang dari 5 orang yang tergabung dalam 1 tim, dimana masing-masing pelari sudah diatur dalam jarak tertentu untuk kemudian bersiap-siap menunggu atau memerima tongkat Estafet dari teman dan kemudian berlari untuk menyerahkan tongkat tersebut kepada teman 1 tim dan seterusnya saling mengoforkan tongkat hingga memasuki garis finis. Siapa yang pertama mencapai garis finis maka Tim tersebutlah yang menang.

Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.

·         Nomor-Nomor Lari Estafet

-        100 meter

Lomba lari jarak 100 meter  diselenggarakan di salah satu sisi lintasan atletik outdoor. Nomor ini dianggap nomor paling bergengsi dalam cabang olahraga atletik. Pemegang rekor dunia 100 meter sering disebut “manusia tercepat”.

Usain Bolt dari Jamaika merupakan pemegang rekor dunia putra, dengan catatan waktu 9,58 detik. Rekor tersebut ia ciptakan pada 16 Agustus 2009 dalam Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin. Pemegang rekor dunia putri adalah mendiang Florence Griifith-Joyner. Hingga sekarang, belum ada sprinter putri yang bisa memecahkan rekor 10,49 detik yang diciptakan Flo-Jo (panggilan akrab Florence Griffith-Joyner) pada 1988.

Nomor estafet 4 × 100 meter juga cukup prestisius. Kecepatan rata-rata dalam nomor ini lebih cepat daripada nomor 100 meter karena pelari boleh mulai bergerak sebelum menerimatongkat estafet. Rekor dunia 4 × 100 meter putra dipegang tim Jamaika yang mencatat waktu 37,10 detik. Rekor tersebut diciptakan pada Olimpiade Beijing 1988. Adapun rekor nomor estafet 4 × 100 meter putri dipegang tim Jerman Timur yang mencatat waktu 41,37 detik pada 1985.

 

-        400 meter

Dalam nomor 400 meter, para peserta lomba berlari satu putaran melewati lintasan. Sebagaimana dalam lomba 200 meter, posisi start para pelari diatur agar setiap pelari menempuh jarak yang sama.

Rekor dunia 400 meter putra saat ini dipegang Michael Johnson dari Amerika Serikat dengan catatan waktu 43,18 detik. Sementara pemegang rekor dunia putri adalah Marita Koch dari Jerman Timur. Catatan waktunya, 47,60 detik, telah bertahan sejak 1985.

Secara tradisi, nomor estafet 4 × 400 meter merupakan nomor terakhir yang dilombakan pada kejuaraan besar atletik. Tim Amerika Serikat  memegang rekor dunia 4 × 400 meter putra sejak 1993 dengan catatan waktu 2:54.29. Sementara rekor 4 × 400 meter putri bertahan lebih lama lagi. Sejak 1988, tim Uni Soviet memegang rekor dengan catatan waktu 3:15.17.

 

·         Peraturan Perlombaan

1.      Panjang daerah pergantian tongkat estafet adalah 20 meter, lebar 1,2 meter dan bagi pelari estafet 4 x 100 meter ditambabh 10 meter pra-zona. Pra-zona adalah suatu daerah dimana pelari yang akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi disini tidak terjadi penggantian tongkat.

2.       Lari Estafet(Lari Beranting)

3.      Lari Estafet atau sering disebut dengan lari beranting merupakan salah satu dari cabang atletik.Lari Estafet hanya membutuhkan empat (4) orang pemain untuk melakukan olahraga tersebut. Jarak Tempuh Lari estafet : 4×400 M (Putra/Putri) Dan 4×100 M Start yang sering di gunakan dalam Lari Estafet: Start Jongkok sering di gunakan pada pelari pertama / (1), Sedangkan Start Berlari sering di gunakan pada pelari ke-Dua,ke-Tiga,dan ke-Empat / (2,3,4)

  




 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Lari cepat atau sprint adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh, sampai dengan jarak 400 meter masih dapat digolongkan dalam lari cepat. Menurut Muhajir (2004) sprint atau lari cepat yaitu, perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh yang menempuh jarak 100 m, 200 m, dan 400 m.

Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau beranting. Dalam satu regu lari sambung terdapat empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor pelari lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari sebelumnya ke pelari berikutnya. Nomor lari estafet yang sering diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter.

 

B.     Saran

Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.

  


 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://sattrianiati.blogspot.com/2011/02/atletik-lari-jarak-pendek.html

http://henzprima.wordpress.com/atletik/lari/lari-estafet/

http://id.wikipedia.org/wiki/Estafet

http://dhiraerna.blogspot.com/2011/11/makalah-lari-cepat.html

 

Tatanama Senyawa Dan Persamaan Reaksi Kimia

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya, kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Tatanama Senyawa Dan Persamaan Reaksi Kimia”.     

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini banyak kekurangan, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca yang tentunya bisa menjadikan makalah ini lebih baik lagi.

 

 

Menes, 16 Juni 2020

 

 

Penyusun

 

 

 

 


 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR...................................................................................................... i

DAFTAR ISI..................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 1

A.    Latar Belakang........................................................................................................ 1

B.     Rumusan Masalah.................................................................................................... 1

C.     Tujuan Penulisan...................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................................. 2

A.    Tata Nama Senyawa Dan Persamaan Reaksi Kimia................................................ 2

B.     Tata Nama Senyawa Ion.........................................................................................   3

C.     Persamaan Reaksi Kimia......................................................................................... 3

D.    Penyetaraan Reaksi.................................................................................................. 5

BAB III PENUTUP.......................................................................................................... 7

A.    Kesimpulan.............................................................................................................. 7

B.     Saran........................................................................................................................ 7

DAFTAR PUSTAKA


 


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.    Latar Belakang

Di dalam tubuh manusia terjadi reaksi kimia yang berlangsung spontan tanpa bisa anda atur. Sebagai contoh reaksi kimia pada proses pencernaan makanan, pernapasan, dan metabolisme tubuh. Apakah manusia dapat mengatur proses kimia di dalam tubuhnya ? tentu saja tidak, meskipun dapat harus membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Mengapa rambu-rambu lalu lintas dibuat lebih besar dan jelas dibanding tulisan ? karena penggunaan simbol akan lebih praktis dan akan mudah diingat. Hal yang sama berlaku pada penulisan persamaan reaksi. Misalnya jika kita mereaksikan antara unsur A yang berwujud padat dan unsur B yang berwujud gas, akan sangat panjang dan tidak praktis jika kita menggunakan tulisan.

 

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa Tata Nama Senyawa Dan Persamaan Reaksi Kimia

2.      Apa Tata Nama Senyawa Ion

3.      Bagaimana Persamaan Reaksi Kimia

4.      Bagaimana Penyetaraan Reaksi

 

C.    Tujuan Penulisan

1.      Untuk Mengetahui Tata Nama Senyawa Dan Persamaan Reaksi Kimia

2.      Untuk Mengetahui Tata Nama Senyawa Ion

3.      Untuk Mengetahui Persamaan Reaksi Kimia

4.      Untuk Mengetahui Penyetaraan Reaksi

 

 

 

 

 

 


 

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.    Tata Nama Senyawa Dan Persamaan Reaksi Kimia

1.      Tata Nama Senyawa Sederhana

Setiap rumus kimia mempunyai nama dengan aturan-aturan yang telah ditentukan dan disebut tata nama senyawa. Dengan mengetahui rumus kimia, kita dapat menuliskan zat-zat yang bereaksi dan hasil reaksinya dalam suatu persamaan reaksi.

Tata nama sistematik dari senyawa kimia disusun dan diatur oleh IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry atau organisasi Internasional Kimia Murni dan Terapan). Penerapan tata nama senyawa kimia meliputi senyawa – senyawa biner, poliatomik, dan ionic

a.       Tata Nama Senyawa Biner yang Terdiri dari Atom Logam dan Nonlogam

Suatu senyawa dapat tersusun atas dua atau lebih unsur kimia. Senyawa yang tersusun atas dua unsur kimia disebut senyawa biner. Berikut tata nama senyawa biner yang tersusun atas unsur logam dan nonlogam.

b.      Nama senyawa kimia yang terdiri dari dua unsur (senyawa biner) menggunakan akhiran –ida.

c.       Unsur logam (kation) disebutkan terlebih dahulu diikuti unsur nonlogam (anion).

d.      Jumlah unsur yang menyusun senyawa tidak berpengaruh terhadap penamaan senyawa.

Contoh:

KCl = kalium klorida

NaCl = natrium klorida

MgI2 = magnesium iodide

MgO = magnesium oksida

Na2S = natrium sulfide

e.       Jika kation berasal dari logam yang memiliki jumlah muatan lebih dari satu, maka dibelakang nama logam (dalam bahasa Indonesia) dituliskan muatan ion dalam kurung dengan tulisan Romawi dilanjutkan dengan nama nonlogam diberi akhiran –ida.

Contoh:

FeCl2 = besi (II) klorida

 

 

 

B.     Tata Nama Senyawa Ion

Tata nama senyawa ion adalah pemberian nama pada senyawa yang terbentuk dalam ikatan kation dan anion (ion).

Aturan dalam pemberian nama senyawa ion:

1.      Penulisan kation didahulukan dari anion, tanpa menggunakan angka indeks.

2.      Perbandingan muatan kedua unsur yang membentuk senyawa harus netral.

3.      Kation logam transisi yang memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi (biloks) atau muatan diberi angka Romawi dalam kurung setelah nama umumnya.

Senyawa poliatom dibentuk oleh lebih dari dua atom yang berbeda. Pada umumnya senyawa ini dibentuk oleh ion-ion poliatomik. Ion-ion poliatomik itu sendiri adalah ion-ion yang terdiri atas dua atom atau lebih yang terikat bersama, umumnya dijumpai tersusun atas unsur-unsur nonlogam.

Nama senyawa ion poliatomik adalah gabungan nama kation, nama anion dan angka indeks tidak disebutkan. Senyawa ion bersifat netral, jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif.

Contoh:

NaClO = natrium hipoklorit

KMnO4 = kalium permanganate

CaCO3 = kalsium karbonat

KNO3 = kalium nitrat

 

C.     Persamaan Reaksi Kimia

Kita mengenal perubahan fisika dan perubahan kimia. Perubahan fisika yaitu perubahan yang tidak menghasilkan zat baru sedangkan perubahan kimia menghasilkan zat baru. Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia. Contoh perubahan kimia yang dapat diamati di lingkungan kita yaitu kayu dibakar menjadi arang dan besi berkarat.

Reaksi kimia dapat diamati karena adanya perubahan dari warna zat mula-mula. Selain perubahan warna, ada gejala lain yang menunjukkan terjadinya reaksi kimia, yaitu perubahan wujud, suhu, adanya gas, atau terbentuknya endapan.

Persamaan reaksi didefinisikan sebagai persamaan yang menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dengan menggunakan rumus kimia. Dalam reaksi kimia terdapat zat-zat pereaksi dan zat-zat hasil reaksi. Dalam menuliskan persamaan reaksi, rumus kimia pereaksi dituliskan di ruas kiri dan rumus kimia hasil reaksi dituliskan di ruas kanan. Antara kedua ruas itu dihubungkan dengan tanda panah ( → ) yang menyatakan arah reaksi kimia. Persamaan reaksi menunjukkan perubahan jenis dan jumlah atom-atom yang bereaksi, serta hasil reaksinya. Persamaan reaksi digunakan untuk mempersingkat penulisan bahasa sehari-hari untuk menjelaskan proses reaksi kimia.

Contoh:

Logam magnesium bereaksi dengan gas klorin membentuk magnesium klorida. Persamaan reaksinya adalah:

Magnesium + klorin → magnesium klorida, atau dapat dituliskan dengan rumus kimia menjadi:

Mg + Cl2 → MgCl2

Hal-hal yang digambarkan dalam persamaan reaksi adalah rumus kimia zat-zat pereaksi (reaktan) di sebelah kiri tanda panah dan zat-zat hasil reaksi (produk) di sebelah kanan tanda panah. Anak panah dibaca yang artinya “membentuk” atau “bereaksi menjadi”. Wujud atau keadaan zat-zat pereaksi dan hasil reaksi ada empat macam, yaitu gas (g), cairan (liquid atau l), zat padat (solid atau s) dan larutan (aqueous atau aq).

Bilangan yang mendahului rumus kimia zat-zat dalam persamaan reaksi disebut koefisien reaksi. Koefisien reaksi diberikan untuk menyetarakan atom-atom sebelum dan sesudah reaksi. Selain untuk menyetarakan persamaan reaksi, koefisien reaksi menyatakan perbandingan paling sederhana dari partikel zat yang terlibat dalam reaksi.

Misalnya, reaksi antara gas hidrogen dengan gas oksigen membentuk air sebagai berikut.

Pereaksi atau reaktan Hasil reaksi/produk

2H2(g)   +    O2(g)        →    2H2O(l)

↓                  ↓                              ↓

koefisien H2 = 2 koefisien O2 = 1 koefisien H2O = 2

PEREAKSI /REAKTAN                  HASIL/PRODUK

Berdasarkan persamaan reaksi di atas, berarti 2 molekul hidrogen bereaksi dengan 1 molekul oksigen membentuk 2 molekul H2O. Oleh karena itu sebaiknya dihindari koefisien pecahan karena dapat memberi pengertian seolah – olah partikel materi (atom atau molekul) dapat dipecah.

Ketentuan persamaan reaksi:

a.       Jumlah atom-atom reaktan dan produk harus sama dan tidak boleh ada satu atom pun yang hilang.

b.      Setelah rumus unsur/senyawa reaktan atau produk, ditulis wujud zat sewaktu reaksi.

·         Jika berwujud padat ditulis (s) atau solid.

·         Jika berwujud cair ditulis (l) atau liquid.

·         Jika berwujud gas ditulis (g) atau gas.

·         Jika berbentuk larutan ditulis (aq) atau aqueous.

Contoh:

Logam natrium bereaksi dengan air membentuk larutan natrium hidroksida dan gas hidrogen.

Na(s) + H2O(l) → NaOH(aq) + H2(g)

 

D.    Penyetaraan Reaksi

Suatu persamaan reaksi dikatakan benar jika memenuhi hukum kimia, yaitu zat-zat yang terlibat dalam reaksi harus setara, baik jumlah zat maupun muatannya.

Banyak reaksi dapat disetarakan dengan jalan mencoba/menebak, akan tetapi sebagai permulaan dapat mengikuti langkah berikut:

1.      Pilihlah satu rumus kimia yang paling rumit, tetapkan koefisiennya sama dengan 1.

2.      Zat-zat yang lain tetapkan koefisien sementara dengan huruf.

3.      Setarakan dahulu unsur yang terkait langsung dengan zat yang tadi diberi koefisien 1.

4.      Setarakan unsur lainnya. Biasanya akan membantu jika atom O disetarakan paling akhir.

Suatu persamaan reaksi harus disetarakan agar sesuai dengan hukum kekekalan massa yang menyatakan bahwa: “dalam setiap reaksi kimia, jumlah massa zat – zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama”. Maka, tidak ada atom unsur yang terhilang atau tercipta setelah reaksi kimia berlangsung. Jadi, dalam reaksi kimia hanya terjadi penataulangan atom – atom pereaksi membentuk zat baru sebagai hasil reaksi. Sehingga, suatu persamaan reaksi memiliki jumlah atom yang sama pada sebelum dan sesudah reaksi.

Penyetaraan reaksi adalah menyamakan jumlah atom di kiri dan kanan persamaan reaksi, agar menemukan koefisien reaksi tersebut.

Contoh: Reaksi berikut belum setara

Ca(OH)2 (aq) + H3PO4 (aq)

d Ca3(PO4)2 (aq) + H2O(l)

Langkah dalam penyetaraan reaksi:

Tentukan atom-atom yang belum setara.

1.      Atom Ca belum setara,

2.      Atom P belum setara,

3.      Atom H belum setara,

4.      Atom O belum setara.

5.      Setarakan atom dengan urutan kation, anion, hidrogen, lalu oksigen.Biasanya, oksigen akan otomatis setara setelah seluruh atom setara.

6.      Selain itu, tetapkan salah satu zat apapun untuk memiliki koefisien tetap, dan yang lain memiliki koefisien sementara untuk mempermudah penyetaraan.

7.      Hasil penyetaraan reaksi:

8.      Ca(OH)2 (aq) + 2 H3PO4 (aq)

9.      Ca3(PO4)2 (aq) + 6 H2O(l)

10.  Perbandingan koefisien reaksi diatas adalah 3 : 2 : 1 : 6, dengan total atom:

11.  Atom Ca telah setara (total 3),

12.  Atom P telah setara (total 2),

13.  Atom H telah setara (total 12),

14.  Atom O telah setara (total 14).

 


 

BAB III

PENUTUP

 

A.    Kesimpulan

Di dalam tubuh manusia terjadi reaksi kimia yang berlangsung spontan tanpa bisa anda atur. Sebagai contoh reaksi kimia pada proses pencernaan makanan, pernapasan, dan metabolisme tubuh. Persamaan reaksi kimia adalah persamaan yang menggambarkan hubungan zat-zat kimia yang terlibat sebelum dan sesudah reaksi kimia.

Suatu reaksi dikatakan setara apabila jumlah atom di ruas kiri sama dengan jumlah atom di ruas kanan. Jika belum setara, maka persamaan reaksi tersebut harus disetarakan. Cara menyetarakan reaksi adalah menambahkan angka koefisien di depan rumus kimia. Koefisien adalah angka yang ditulis di depan rumus kimia yang menunjukkan jumlah molekul. Dalam menyetarakan suatu reaksi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu : secara langsung (reaksi sederhana) dan secara matematika (reaksi yang sukar/rumit).

 

B.     Saran

Cara menyetarakan reaksi kimia dapat dilakukan secara sederhana dan secara matematis. Dalam penyetaraan reaksi kimia kita harus tahu terlebih dahulu jumlah atom dari masing-masing unsur di ruas kiri dan kanan.

 

 

 


 

DAFTAR PUSTAKA

 

Husita, Djamaluddin dkk. 2007. KIMIA SMA dan MA kelas X. Banda Aceh : Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.

Purnawan, Candra dan Rohmatyah A.N. 2013. KIMIA SMA dan MA kelas X kurikulum 2013. Sidoarjo : Masmedia.

http : //www.Nurmungil.com/Menyetarakanpersamaanreaksikimiasederhana.

http : //data.com.android.browser/files/soaldanjawabanmenyetarakanpersamaandan reaksi.